Dengan Memberi Kita Menerima, Dengan Membantu Kita Tertolong


Siapa saya?
Ada banyak cara untuk memperkenalkan diri. Saya bisa memulainya dengan jabatan, pengalaman kerja, atau daftar proyek yang pernah saya kerjakan. Tetapi rasanya, semua itu belum cukup untuk menjelaskan siapa saya. Melalui laman yang sederhana ini, saya lebih suka memperkenalkan diri melalui perjalanan. Perjalanan saya banyak membawa saya bertemu dengan masyarakat, lingkungan, dan berbagai persoalan yang sering kali tidak sederhana. Dari sana saya belajar bahwa pembangunan bukan hanya tentang program, angka, atau dokumen kebijakan. Di balik semuanya selalu ada manusia—dengan kehidupan, pengetahuan, harapan, dan ruang hidup yang ingin mereka pertahankan.
Pengalaman bekerja bersama masyarakat membawa saya semakin dekat pada isu lingkungan, pemberdayaan, masyarakat hukum adat, konservasi, pengembangan livelihood, dan penguatan kelembagaan masyarakat. Saya belajar bahwa sebuah program yang terlihat baik di atas kertas belum tentu berarti banyak jika tidak berangkat dari kebutuhan dan realitas masyarakat. Di lapangan, saya menemukan hal yang sederhana tetapi penting: masyarakat sebenarnya memiliki banyak pengetahuan dan kekuatan. Yang sering kali mereka butuhkan bukan seseorang yang datang membawa semua jawaban, melainkan seseorang yang bersedia mendengar, berjalan bersama, membuka akses, mempertemukan berbagai pihak, dan membantu menemukan jalan yang dapat mereka tempuh sendiri. Cara pandang itulah yang kemudian membentuk cara saya bekerja.
Saya tertarik pada ruang-ruang pertemuan—antara pengetahuan lokal dan ilmu pengetahuan, antara masyarakat dan pemerintah, antara konservasi dan penghidupan, antara kebijakan dan kenyataan di lapangan. Saya percaya bahwa perubahan jarang lahir dari satu pihak saja. Perubahan tumbuh ketika orang-orang yang berbeda mulai berkomunikasi, membangun kepercayaan, berbagi pengetahuan, dan bekerja menuju tujuan yang sama. Karena itu, membangun jejaring dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam pekerjaan saya. Namun perjalanan ini juga mengajarkan saya bahwa pekerjaan di bidang masyarakat dan lingkungan bukan sekadar tentang menyelesaikan sebuah proyek.
Ada pengetahuan yang perlu diwariskan.
Ada kelembagaan yang perlu diperkuat.
Ada generasi muda yang perlu diberi ruang.
Ada lingkungan yang perlu dijaga.
Dan ada masyarakat yang perlu semakin kuat dalam menentukan masa depannya sendiri.
Karena itu, saya ingin pekerjaan saya meninggalkan sesuatu yang lebih panjang daripada umur sebuah program. Saya ingin meninggalkan pengetahuan yang dapat digunakan, kapasitas yang dapat diteruskan, jejaring yang tetap terhubung, dan perubahan yang dapat tumbuh dari masyarakat itu sendiri.
Saat ini, perhatian profesional saya berada pada beberapa ruang yang saling berhubungan: pemberdayaan masyarakat, pengembangan livelihood, masyarakat hukum adat, konservasi, pengelolaan sumber daya alam, penguatan kelembagaan, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, fasilitasi dan pelatihan, serta pengembangan jejaring dan kolaborasi. Saya menikmati pekerjaan yang mengharuskan saya berada di antara banyak dunia—berbicara dengan masyarakat di lapangan, berdiskusi dengan pemerintah, membaca kebijakan, menyusun strategi, memfasilitasi proses belajar, sekaligus menerjemahkan gagasan menjadi sesuatu yang dapat dikerjakan. Bagi saya, kemampuan untuk menghubungkan berbagai dunia tersebut adalah bagian penting dari pekerjaan seorang praktisi.
Saya percaya bahwa masyarakat bukan objek pembangunan. Mereka adalah subjeknya. Saya percaya bahwa alam bukan hanya sesuatu yang harus dilindungi, tetapi juga bagian dari kehidupan, kebudayaan, pengetahuan, dan masa depan manusia. Saya percaya bahwa pengetahuan tidak hanya berada di ruang kelas, buku, atau lembaga penelitian. Sebagian pengetahuan terbaik justru lahir dari pengalaman panjang manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Dan saya percaya bahwa perubahan yang paling kuat bukanlah perubahan yang dipaksakan dari luar, melainkan perubahan yang tumbuh ketika masyarakat memiliki pengetahuan, kapasitas, ruang untuk menentukan pilihan, dan jejaring yang mendukungnya.
Saya tidak menganggap perjalanan ini sudah selesai. Masih banyak hal yang ingin saya pelajari. Masih banyak tempat yang ingin saya datangi. Masih banyak orang yang ingin saya dengarkan. Dan masih banyak persoalan yang belum menemukan jawaban. Website ini saya bangun sebagai bagian dari perjalanan tersebut. Di sini saya ingin mendokumentasikan pekerjaan, gagasan, pembelajaran, riset, dan pengalaman yang saya temui sepanjang perjalanan. Bukan hanya untuk menceritakan apa yang telah saya kerjakan, tetapi juga untuk membuka ruang bagi pengetahuan dan kolaborasi baru. Pada akhirnya, saya tidak ingin hanya dikenal dari apa yang pernah saya kerjakan. Saya ingin dikenal dari nilai yang saya bawa, cara saya bekerja, dan perubahan yang bersama-sama dapat kita bangun.
Saya adalah Chandra FD Silalahi.
Dan perjalanan itu masih berlangsung.
